Indonesia Luncurkan Satelit Multifungsi Di Tahun 2022

Indonesia Luncurkan Satelit Multifungsi Di Tahun 2022

Pengembangan infrastruktur komunikasi Indonesia terus dilakukan demi mendorong pemanfaatan ekonomi digital. Indonesia yang tengah menghadapi revolusi industri keempat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) akan mengorbitkan satelit baru di awal 2022 mendatang.

Seperti diberitakan CNN Indonesia (24/5) satelit ini merupakan bagian dari proyek Palapa ring yang berusaha menghubungkan setiap jengkal negeri dengan jaringan komunikasi. Berbeda dengan Palapa Ring yang diprioritaskan untuk daerah-daerah dengan kebutuhan tinggi, satelit ini nantinya akan lebih diutamakan untuk wilayah yang belum terjangkau dengan jaringan kabel optik seperti di kawasan terdepan, terluar dan tertinggal (3T) di Indonesia.

Direktur Utama Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI) Anang Latif menjelaskan bahwa daerah terluar yang paling sulit untuk diakses umumnya berada di daerah Kalimantan dan Papua. “Ada 140 ribu titik tidak dapat dijangkau fiber optik. Itu karena medan yang sulit diakses sehingga satu satunya solusi adalah satelit multifungsi,” ujar Anang.

Satelit ini nantinya akan mampu mendukung jaringan komunikasi untuk 93.900 sekolah, 47.900 kantor pemerintahan, 3.700 puskesmas dan 3.900 markas polisi serta TNI yang berada di wilayah terpencil dengan kecepatan akses mencapai 30 Mbps. Menurut Anang hadirnya jaringan komunikasi di daerah terpencil akan mampu mempengaruhi perkembangan suatu daerah. Kemajuan bisa terjadi tidak hanya di bidang ekonomi tetapi juga dalam bidang pendidikan.

Wilayah 3T di Indonesia sendiri masih tersebar di berbagai tempat. Bahkan Pulau Jawa juga memiliki wilayah terpencil yang belum mendapatkan jaringan internet. Hal ini tentu saja akan menjadi perhatian bagi Kemkominfo dalam upaya mengoneksikan setiap jengkal tanah air dengan teknologi internet.

Satelit multifungsi yang akan diluncurkan sendiri merupakan satelit yang berjenis High Throughput Satellit (HTS). Satelit ini memiliki kemampuan untuk membawa berbagai jenis transponder dengan kecepatan akses data mencapai 100 Gbits dengan kapasitas mencapai 155 Mbps. Jumlat satelit HTS sendiri tidak banyak dimiliki negara-negara dunia. Tercatat hanya ada setitar 14 satelit yang pernah diorbitkan dan dimiliki oleh berbagai negara.

Sementara proyek Palapa Ring paket Timur akhir tahun ini diperkirakan akan selesai. Berkat jaringan kabel optik ini, daerah-daerah di timur Indonesia akan mampu mengakses internet cepat layaknya daerah-daerah Indonesia bagian barat.

[Sumber: www.goodnewsfromindonesia.id]